JALAN CINTA
hidup indah dengan iman

Jan
29

Dalam kehidupan, terutama kehidupan manusia pasti akan diwarnai dengan berbagai bunga-bunga kehidupan. Sangat indah rasanya, kita bisa belajar dari pengalaman. Walaupun tak selamanya pengalam dalam kehidupan iu bahagia. Namun seiring berjalannya waktu kita harus menerima kenyataan bahwa kebahagian dan kesedihan dalam kehidupan itu ada.

Apapun yang terjadi baik yang membahagiakan atau tidak, kita harus tetap menerimanya dengan lapang dada. Sebut saja Sony, seorang anak manusia yang hanya ingin mencari kebahagian, harus terus bergulat dengan berbagai tantangan hidup. “cinta sejati” itulah yang menjadi pegangannya dalam menemukan kebahagian yang selalu diimpi-impikannya. Tak usah bertanya tentang kisahnya, karna sungguh takkan pernah ia ceritakan. Tanyakan padanya sampai kapan ia akan terus mencari?? Pasti ia akan menjawab “sampai aku lelah mencari”. Namun kata “lelah” tak pernah ada dalam kamus kehidupannya.

Sungguh malang nasibnya, tak ada angin tak ada badai. Dedaunan pun berjatuhan ke bumi, seiring dengan amarah yang memuncak, menutupi rasa belas kasihannya. Sungguh bagai seorang yang mati rasa.

Tubuhnya lemah, matanya basah, dan ucapannya tersenduh-senduh bagai seorang yang tengah kehilangan bagian penting dalam hidupnya.

Yang telah terjadi adalah pada dirinya merupakan “karma” baginya, atau “derita” untuknya. Mengapa  orang yang sangat ia cintai, malah ia yang menaburkan garam di lukanya yang masih terkoyak. Membersihkan dengan air asam.

Kebencian, kecewa, dan dendam telah menutupi hatinya, yang terlintas dalam benaknya hanya “kebencian”. Ia telah terjerumus dalam jurang kebohongan. Yang sesungguhnya ketulusan cinta harus berbalas kepiluan yang sangat menyakitkan. “aku mencintaimu” tak pernah ada balasan “aku juga mencintaimu”. Yang harus disadari sekarang olehnya, apakah ia orang yang telah dikutuk untuk menjadi manusia yang sangat bodoh.???

Mau tidak mau, hidupnya harus terus berjalan. Tanpa mengurangi rasa cinta yang telah ia miliki. Namun ia harus bersifat tegas dalam menentukan kebahagiannya kelak. Atara hidup dalam CINTA atau BENCI.

Des
26

Aku tak tau harus menuliskan tentang apa, semangat ku patah, hatiku sedih, aku bersembunyi dibalik wajah bahagia. Seperti hidupku hanya ditakdirkan untuk merasakan sedih. Ketika aku hendak berjalan menelusuri lorong gelap. Yang terdengar hanya suara-suara hewan malam yang seolah mengajakku untuk bermain gembira bersama mereka, agar aku dapat menuliskan kembali tentang sesuatu yang Indah.

Hidup memang tak seindah yang kita inginkan, karna aku hanya berharap indah tanpa tau apa itu keindahan hidup. Aku juga tak berharap ada orang yang mengajariku apa itu keindahan. Karena sesungguhnya aku adalah orang bodoh. Aku juga tak tau mengapa aku jadi bodoh. Padahal aku bisa membaca, berhitung. Tapi kenapa aku bisa mengakui aku bodoh.?

Yang sesungguhnya aku tak tau apa-apa. Tak tau apa-apa jika aku tak pernah ingin tau apa-apa. Aku masih saja bergelut dengan satu hal, yaitu cinta. Yang aku tau cinta itu indah, jadi sudah menjadi hal yang wajar bila aku hanyalah orang bodoh yang tak tau apa-apa.

Aku ingin bahagia, seperti orang lain yang wajah mereka terlihat bercahaya karena kebahgian yang meraka rasakan. Jika aku harus mengorbankan hidupku hanya untuk bahagia, aku rela. Karena kebahagian perlu pengorbanan. Itulah sebabnya jika kebahagian hilang akan jatuh korban.

Nov
20

Tak bermaksud menyakiti siapapun, Randi seorang anak manusia yang juga ingin bahagia, harus terjebak dalam lembah dilema dan kebingungan. Tak banyak kata terucap dalam setiap langkahnya, hanya ketermenungan yang selalu menemaninya. Penyesalan yang tak tau apa yang sebenarnya yang sedang ia sesalkan selalu menghampiri. Tak semudah membalikan telapak tangan ketika ia harus benar-benar bersikap bijaksana.

Wanita berjibab indah, berhati suci dan sangat tidak pantas untuk merasakan segores luka pun. Kisah indah bercampur pilu yang randi rasakan, seolah menjadi pelajaran tersendiri yang harus benar-benar ia pelajari dan berusaha menemukan makna yang tersirat, untuk dapat menemui arti kebahagian yang hakiki. Entah kesalahan atau kbodohan yang Randi perbuat. Suci, gadis yang dicintai sepenuh hati, rela berbuat apa saja demi dia. Begitulah kalau berurusan dengan yang namanya cinta, seperti menjadi budak yang tanpa gaji sepeser pun.

Suci membalas cinta randi, dengan sepenuh hati. Hamparan pemandangan indah telah mempersatukan cinta mereka. Ia (Randi) sangat mencintai kekasihnya (Suci) hingga ia mau melakukan apa saja demi sang kekasih tercinta. Sungguh kekuatan cinta yang luar biasa yang ia berikan kepada kekasihnya.

Namun sayang karena cinta tulus yang diberikan Randi, ia harus terjerumus ke dalam jurang kesedihan. Ia terkejut, dan tak pecaya. Namun apa dikata semua bukan mimpi. Sungguh aneh, dimana seseorang memberi cinta yang tulus harus menerima balasan yang menyakitkan.

Terbangun dari tidur, menuju cakrawala titik terang. Ia sudah mengetahui  mengapa harus ini yang ia rasakan. Hanya ingin menyimpan segala sesuatu sendiri, ia tak pernah bercerita apapun tentangnya kepada orang lain. Bungkam terhadap kenyataan, adalah hal yang paling membuatnya begitu tenang. Sungguh meyedihkan kisah mu Randi.

Matahari tak henti terbit dan terbenam kembali, demikian juga dengan malam,  tak betah jika berlama-lama dan malam memilih siang untuk menggantikannya. Entah sudah hilang benih-benih cinta yang dahulu telah bersemi dihatinya untuk seseorang yang sangat dicintainya . Dengan masih terkenang masa lalu ia harus terus melangkah.

Lembaran baru akan siap untuk diisi dengan tulisan-tulisan indah, membentuk syair-syair kehidupan yang nan sempurna. Masa lalu hanya bisa terbayangan tanpa harus kembali. Kini ia telah kembali bahagia dan siap menatap masa depan yang indah.

Nov
18

Sudah menjadi  hal yang biasa bahagia, senang, duka, pilu, dan rindu. Hal-hal ada karena seseorang sedang jatuh cinta, maupun yang sedang bergulat dengan cinta itu sendiri. sungguh bahagia  mereka yang sedang dilanda oleh yang namanya cinta. Namun harus juga kita ketahui bahwa cinta selamanya indah. Pasti ada sisi dimana kita harus menjatuhkan air mata karenanya.

Sedikit menguak sisi kelamnya, aku bermaksud menceritakan segala keluh kesah yang aku alami ketika sisi kelam itu menghampiri. “Makan tak enak, tidur  tak nyenyak” haha, mngkin kata-kata ini ada benarnya juga. Ada yang lebih parah lagi, bisa-bisa orang bunuh diri karena sisi kelam dari cinta. Sungguh tak disangka.

tak tau harus apa, akhirnya ku putuskan untuk membuat catatan kecil untuk menuangkan segala apa yang kurasakan dalam bentuk sajak-sajak. Sebuah pena dan secarik kertas putih yang menemaniku. Ku goreskan tinta hitam disecarik kertas putih, goresan yang kutorehkan, membentuk indah dalam sajak-sajak curahan hati. Akhirnya ku sadari, ternyata teman ku untuk mencurahkan segala keluh kesah ku. Hanya lah sebuah pena.

Agu
21

Malam kau memang gelap, tapi kau tau segala yang terjadi

Antara dua insan yang sedang memadu kasih

Begitu banyak kisah-kisah cinta, dan kau menjadi saksi bisu

Senang, sedih, duka, dan bahagia Tersimpan indah di kegelapan mu

Ingin curhat kepada malam tentang kisah ini

Kisah dua anak manusia yang terjerat indahnya jalinan kasih

Memadu cinta agar bertahan hingga akhir hayat

Itu janji yang telah terikrar dibawah payungan langit malam

Angin, pohon, langit, binatang-binatang indah dan kecil

Menjadi saksi bagaimana mereka merajut kasih

Simbol-simbol membuat mereka semakin larut dalam jalinan kasih

Hari indah telah terajut, dan siap menjadi selembar kasih sayang sejati

Tinggal kenangan indah yang akan selalu terukir dihati

Itulah kenyataan yang harus dihadapi dua insane ini

Janji indah yang sempat terikrar diantara mereka

Bait demi bait, telah terlupakan oleh mereka

Rasa benci, demdam, marah, sedih, dan kesal

Bersatu dalam raut wajah ramah

Tak saling menyapa diantara mereka jelas terlihat

Hanya karna rasa cinta yang pernah terpaut di hati keduanya.

Agu
08

Pagi itu aku dan teman-temanku berjalan mengelilingi kota tempat aku tinggal, tampak seperti biasa kota nya saat itu, masih seperti dahulu tidak ada yang berbeda sedikitpun. Entah mengapa, dibalik keaadaan kota yang kudiami ini, yang tampak baik-baik saja, aku merasa ada yang kurang, tapi aku tidak tau apa..

Setelah pulang, aku masih saja penasaran. “Sebenarnya apa sih yang kurang..???” tanyaku dalam hati.. karna rasa penasaran ku ini, aku kembali mengitari kota ini.tak lama, Kawan ku berkata, “bentar lagi kita 17-san ya…??”

Mulai terlintas dipikiran ku apa yang kurang. karna perkataan tema ku tersebut aku baru tau, ternyata kota ini berbeda dalam menyambut 17 Agustus seperti beberapa tahun silam.. lampu kelap kelip bertaburan, bendera Merah Putih berkibar dimana-mana, gapura bertulisan tanggal kemerdekaan ada dimana-mana.. itu yang dahulu terlihat, namun sekarang, kejadian sebaliknya yang terjadi. Tidak terlihat, lampu kelap kelip, kalau pun ada hanya sedikit, bendera merah putih pun hanya sedikit yang mengibarkan, begitu pun halnya dengan gapura, jarang aku melihatnya…

Kemana rasa Nasionalisme kita..??? itu yang ku tanyakan dalam hati, apa hanya sebatas 60 atau 63 tahun saja kemerdekaan bagi kita.. diusia Indonesia yang ke-65 ini, sepertinya rasa nasionalisme tampaknya sudah mulai pudar.

Apa hanya sebatas ini kita menghargai jasa pahlawan yang telah rela mengorbankan nyawanya untuk memerdekakan Indonesia. Apa salahnya jika kita hanya memperingati kemerdekaan yang telah di perjuangkan oleh Pahlawan yang telah mendahului kita. Sesungguh nya bangsa yang besar adalah bangsa yang bisa menghargai jasa pahlawan.

Agu
03

Kegiatan rutin yang sering dilakukan oleh kelompok pelajar se-Aceh Barat, yang tergabung dalam dalam satu komunitas yaitu Peace And Green Community (PGC), melahirkan begitu banyak hall, seru, sedih, senang, dan bisa mempersatukan kami dalam satu tekad dan tujuan. Yaitu menjadi orang yang bisa berkembang, dan mampu menjadi diri sendiri.

Siapa yang sangka, dengan satu tekad ingin  menjadi orang yang sukses, ternyata masalah perasaan (cinta)  juga tidak bisa dipungkiri juga bisa hadir dalam kegiatan serius seperti ini. ”Ada yang CINLOK (cinta lokasi) tu kata seorang fasilitator kami”. Mereka-mereka yang cinlok terlihat begitu ceria wajahnya… terus bagaimana dengan mereka yang tidak CINLOK ya.???? Jawabannya mereka tetap ceria,. Ceria melihat temannya bahagia…

Dibalik itu semua banyak yang tidak sadar, ada hal yang terlupakan.  oleh kami. Mungkin tidak terpikirkan karena yang ini sedikit tidak menyenangkan. Makanya banyak yang tidak memimikirkannya. ”MULOK” (musuh lokasi)  ya ini yang tidak pernah terpikirkan oleh kita. Dan jika kita bahas mungkin ini akan menjadi perbincangan yang sangat seru..

Diantara sekian banyak orang yang CINTA LOKASI, pasti akan ada, dan tidak bisa dipungkiri lagi orang yang MUSUH LOKASI. Tidak suka melihat seseorang dalam komunitasnya. dan ingin secepatnya ia angkat kaki… tetapi yang anehnya juga, dari kebencian ini, berakhirlah menjadi CINTA. Sesuatu yang pasti akan terjadi.. Benci jadi cinta…

Jul
31

Diantara banyak kebahagian yang kita rasakan, mengapa kita harus merasakan musibah dan kesedihan, namu bagi sebagian orang, setiap musibah yang menghapiri dirinya, adalah akhir dari segalanya. Mereka yang berpikir pendeklah yang mungkin akan berpikiran seperti itu, tanpa pernah memikirkan bahwa hidupnya masih terus berjalan.

Dalam keadaan seperti ini, biasanya orang cenderung menjdikan dirinya pemalas,jika sudah   susah untuk kembali menjadi diri kita yang dahulu. Hidup akan sia-sia jika kita terus larut dalam yang namanya kesedihan. Cobaan memang pernah menimpa kita, karna kita adalah ciptaan tuhan yang tak luput dengan yang namanya cobaan.

Alangkah baiknya jika kita berusaha mendekatkan diri pada pada Allah jika sedang dalam keadaan sedih, atau sedang tertimpa musibah. Dari pada harus larut dalam kesedihan yang berkepanjangan, yang justru akan membawa kita ke hal-hal negative yang tak kita inginkan.

“Selama kita tidak tahu kapan ujian tau cobaan yang akan menimpa kita, sudah sepatutnya kita harus selalu siaga, dan selalu meminta pertolongan kepada Allah.”  dan kita juga harus selalu percaya, bahwa setiap kesenangan ataupun kesedihan yang kita rasakan, semuanya datangnya dari Allah. Karna Allah tau apa yang terbaik bagi kita selaku umatNya.

Dibalik itu semua, Allah psti sudah merencanakan yang terbik bagi umatNya, sebagai umat Allah yang sudah septutnya  selalu dekat denganNya,. kita juga harus bisa mensyukuri musibah agar semua menjadi rahmat bagi diri kita tentunya…

Jul
07

Pernah kusesali yang telah  terjadi

Dimana ku merasa marah, sedih dan kesal., ingin rasanya ku lampiaskan

Namun,,, apalah guna kusesali..???

sesalku juga takkan merubah yang telah terjadi

kian hari kau makin jauh

jauh dariku, dan kenangan ku

setiap detik waktu yang kulalui

terus saja memberi perubahan.,

dirimu yang dulu ku harapkan

perlahan mulai terlupakan

yang dulunya kau bagai bidadari bagiku

sekarang bak orang yang tak pernah kukenal.

Ingin ku melupakanmu

Seiring dengan berjalannya waktu

Jun
21

kenapa harus gugur, sedang ia ingin brtahanDaun kering jatuh mengiringi langkahnya menuju cita-citanya, dengan wajah gembira membawa angan-angan masa depan yang akan dicapai, lain yang terjadi lain pula keinginan. Harapanuntuk menimba ilmu tanpa harus duduk di bangku sekolah, harus terhalang ketakutan orang lain, yang tak mengerti apa belajar itu sebenarnya.

Dengan wajah bagai langit yang siap untuk membasahi bumi, ia pergi menemui sang “guru” dan teman tercinta, carut wajahnya seolah ingin mengatakan “ guru, temanku,, maaf kita harus berpisah untuk sementara, jika ada umur kita semua panjang, insya Allah kita akan berjumpa lagi, dengan keadaan yang berbeda”.

Namu ia hanya diam, seolah masalah tidak pernah datang menghampirinya,. Kisah pilunya ini segera merebak diaantara teman nya yang masih merasakan  segala kebebasan. “sahabat sejati”, mungkin ini ungkapan yang cocok untuk teman-temanya ini, dengan rasa kesal bercampur jengkel terhadap suatu sumber masalah yang belum begitu mereka ketahui, mereka berusaha meyakinkan sang teman, semua ini pasti berlalu dan akan berakhir dengan indah, dan seperti apa yang ia dan teman-teman nya harapkan.

Matahari tunduk menuju ufuk barat, menemani nya menuju tempat tinggal yang jauh dari orang tua tercinta, dengan perasaan yang tak menentu, takut akan kesalahan yang yang di tuduhkan karna keinginan nya ingin menjadi seseorang yang berguna. Tlah lama waktu berlalu, siang berganti malam, malam kembali berganti siang, tanpa kabar apapun yang diterima sang teman-temannya, perihal kabar sahabat tercinta.

Ternyata sang sahabat telah mengambil Keputusan yang tepat atau tidak ,; meninggalkan rumah keduanya, rumah yang ia tinggal selama beberapa tahun.  Telah merasakan sedih dan senang tanpa tinggal dirumah yang tidak di huni dihuni oleh orang tua. “ aku pergi karna aku ingin berhasil”. Mungkin inilah kata yang keluar dari hatinya,. Keinginan ingin berkembang telah mengubahnya menjadi orang yang harus bisa mengambil keputusan.

Keteguhan hati memang tidak bisa di tahan, bagai air yang mengalir apa bila ditahan akan meluapa dan akan menjadi sesuatu yang tidak kita duga. Satu harapan dari temanya,. “semoga dengan keputusan mu ini sobat, menjadi yang terbaik untukmu dan awal dari langka mu menjadi orang yang sukses di kemudian hari,…..

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.