Ketika siang itu, aku dan teman-teman ku sedang makan siang, sebelum kami melanjutkan kegiatan kami.. dan tiba-tiba bumi bergoncang. Kami semua keluar ruangan untuk menghindari runtuhan bangunan yang mungkin akan terjadi. Tak lama setelah gempa berhenti, orang-orang pada lari ke daerah yang lebih tinggi. Ternyata bayang-bayang gelombang raksaksa 6 tahun silam masih menghantui mereka.
Aku melihat kejadian yang hampir sama dengan kejadian 26 Desember 2004, sungguh kejadian yang kelam. dimana orang berlari-lari, berteriak-teriak. Seakakn peristiwa Tsunami akan melanda lagi .Sempat terlintas pertanyaan di fikiran ku: apakah Tsunami akan melanda kembali, dan apakah Tsunami jilid 2 lebih parah dari yang pertama.
Karena aku sdikit panik, maka aku da riski teman ku, memutuskan untuk pulang kerumah, sesampainya dirumah, kami malah pergi mendekati laut. Aku berusaha menghilangkan trauma Tsunami 6 tahun silam. Ketika aku sampai di laut, aku melihat laut begitu bersahabat, gelombang nya juga tidak melebihi pinggiran pantai. Sebenarnya apa yang mereka bayangkan tentang Tsunami…????
Apakah Tsunami adalah kutukan bagi daerah mereka, setiap ada gempa memang selalu ada Tsunami? Jika memang Tsunami terjadi kembali bearti memang sudah takdir dari tuhan. Hidup dibawah bayang-bayang trauma Tsunami memang tidak menyenangkan, setiap ada gempa pasti kita mengaitkan dengan isu Tsunami..
Seperti perkataan, bang kris guru saya “ ada tiga tipe orang yang tidak lari karna isu Tsunami, yang pertama mereka yang ingin mencuri, kedua mereka yang percaya bahwa itu tidak akan terjadi, dan ketiga mereka yang tidak tau apa-apa.
Dari situ aku sadar, jangan-jangan yang menyebarkan isu Tsunami akan datang kembali adalah tipe orang yang pertama. Kalau begitu harusnya mereka menyelamatkan harta, bukan malah kabur. Mungkin mereka kabur, karena tidak tau, jadi wajar lah…………….


























